Belajar dari “langit”

Monday, September 11th, 2006 § Leave a comment


Pernah denger pepatah, “di atas langit masih ada langit” ? … dalam hidup saya yang sudah lewat umurnya si-jagung🙂 hehehe… pepatah itu sangat berarti sekali.
Memang selama anda masih dalam “hangatnya kelonan ibu tercinta” maka pepatah itu hampir-hampir tidak berarti. Saya merasakan ketika jauh dari “kelonan ibu”, dimana suapan itu sudah tidak ada, dimana pegangan tangan untuk membantu kita berdiri, itu tidak ada lagi…
Walhasil anda harus usaha sendiri. Guru mengajarkan kepada kita untuk belajar dengan alam, belajar dari alam dan belajar bersama alam.

Apakah anda merasa sudah sakti hari ini?
Sudah lebih hebat dari “ibu”?
sehingga dengan sangat jumawa anda meyakinkan diri anda sendiri,
bahwa anda sudah mapan?

Ehmm … saran saya, silahkan berkaca dan lihat diri anda sendiri.
Untuk urusan belajar, jangan terlalu banyak melihat kaki anda, tapi sering-seringlah melihat atas kepala anda. Untuk urusan nikmat dunia, tentu kebalikan dari itu. Banyak bersyukur itu kuncinya.

Sampai detik ini-pun kita harus berbuat yang sama. Lihatlah bahwa di atas langit masih ada langit. Hari ini saya banyak belajar dari komunitas langit.

powered by performancing firefox

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Belajar dari “langit” at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: