Ekspor Asap vs Kepedulian Negara Tetangga

Tuesday, October 17th, 2006 § Leave a comment

Singapura dan Malaysia melayangkan protes keras kepada pemerintah Indonesia. Bahkan KBRI di Kuala Lumpur pun tidak luput dari demo. Kemarahan kedua negara tadi memang beralasan. Bayangkan saja, kota Singapura plus Pulau Sentosa-nya yang hijau, indah dan nyaman itu mendadak diserang oleh kabut asap pembawa penyakit. Sebut saja, penyakit inspeksi saluran pernapasan, penyakit yang paling dominan diderita oleh rakyat Singapura. Bahkan beberapa rumah sakit secara mendadak kebanjiran pasien, dari pasien akibat inspeksi pernapasan sampai dengan pasien akibat kecelakaan lalu-lintas karena pendeknya jarak pandang pengendara kendaraan bermotor.

Malaysia dengan beberapa negerinya yang berdekatan dengan Indonesia, sebut saja Kuala Lumpur, Kota Kinabalu dan Kuching pun terasuki asap kelam pembawa sesak nafas. Beberapa sentra bisnis pun terganggu. Jadi wajar kalau kelompok pemuda dari partai pembangkang (bukan UMNO) mendemo KBRI di Kuala Lumpur dan memaksa masuk ke wilayah kantor, demi untuk meminta Indonesia segera menanda-tangani ratifikasi lingkungan hidup.

Penjelasan tentang perihal Indonesia tidak mau menandatangani ratifikasi, tentu saja menjadi perhatian Komisi VII DPR. Adalah Sony Kheraf (PDIP) yang menolak dengan tegas untuk meluluskannya.
“Kenapa harus bargaining dengan hal seperti ini?”, kilahnya.

Ekspor Oksigen dan Limbah B3

Marahnya kedua pemimpin negara tetangga tersebut, melayangnya nota protes keras, aksi demo dan beberapa tekanan dirasakan dipundak SBY. Itu sebabnya Menteri Rahmat Witoelar dan Anggota Komisi VII Sony Kheraf menjelaskan posisi ini dalam wawancara di stasiun MetroTV (17/10). Tujuannya hanya satu, meminta kesepakatan ASEAN untuk menangani masalah asap bersama.

“Perlu juga ditegaskan, asap ini hanya efek”, tegas Sony.
Sony pun menambahkan, “Kejadian asap ini kan hanya 3 bulan maksimum 4 bulan saja dalam setahun”
“Sisanya Indonesia mengekspor oksigen”.
“Jadi, kenapa mereka tidak protes ketika Indonesia mengekspor oksigen”, sambung Sony dengan nada tinggi.

“Satu lagi”, tambah Sony dengan semangatnya.
“Apa jawaban Singapura ketika Indonesia memprotesnya karena ketahuan mengekspor limbah B3 ke wilayah Indonesia?”
“Singapura hanya berdalih, ini diluar wewenang pemerintah, ini urusan pengusaha pemilik industri”
“Sikap tetangga seperti apa ini”, masih dengan nada yang tinggi.

“Lebih parah lagi, anda bisa melihat kedua negara itu”, sambungnya.
“Masuk ke wilayah Indonesia, mengambil kayu-kayu kita, menggunakannya dan bahkan menjualnya ke negara lain”
“Jangan lupa, mereka masuk dan mengambil tanah dan pasir Indonesia juga”

“Berbagai cara mereka lakukan. Sebut saja, mereka masuk ke wilayah Indonesia dengan program tanaman industri”.
“Dulu kala, sebagian kecil masyarakat Indonesia memang membuka lahan dengan cara membakarnya”.
“Tapi ingat, itu hanya sebagian kecil, sebagian kecil”, sambung Sony menegaskan.
“Karena mereka masih memiliki kearifan tradisional. Mereka mempunyai batasan adat-budaya. Masyarakat kita tidak serakah”, jelasnya.

“Tapi anda bisa lihat, sejak beberapa tahun silam, dengan masuknya program tanaman industri, pengusaha-pengusaha negara tetangga mendorong dan bahkan mensponsori untuk membuka lahan seluas-luasnya”.
“Perkebunan sawit dimana-mana”.
“Hutan digundul, kayu diambil, bibit sawit diimpor, minyak sawit diambil dan dijual atas nama negara mereka”.
“Karena iming-iming perbaikan kesejahteraan, masyarakat kita melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan”.
“Jadi dimana kepedulian mereka?”, tanya Sony dengan nada semakin tinggi.

“Jadi apakah pemerintah dan DPR akan menyetujui ratifikasi tersebut?”, tanya Najwa Sihab dari MetroTV.
“Cepat atau lambat, kita harus menjelaskan kedudukan kita”, sambung Sony mengakhiri wawancara.

oleh rfs untuk Detik.Com

powered by performancing firefox

Advertisements

Kenapa Bahasa Melayu nggak bisa jadi bahasa internasional ?

Monday, October 16th, 2006 § 1 Comment

Saya jadi teringat joke kawan melayu-saya dulu.

Dulu dia pernah berujar, “Ever wondered why Bahasa Malaysia will never be an international language?”

Cuba you terjemah, In ENGLISH: The server gives a plug and play service to the clients using either hardware or software joystick. The joystick goes into the client’s port.

Now in BAHASA: Pelayan itu memberi pelanggannya layanan cucuk dan main dengan menggunakan batang gembira jenis keras atau lembut. Batang gembira itu dimasukkan ke dalam lubang pelanggan.

Saya sempat tertawa waktu itu, tapi kalo dipikir sekarang, malah saya harus ngelus dada. Kenapa? karena begitu “beraninya” BAHASA Melayu (BM) menterjemahkan Bahasa Inggris (BI) ke dalam Bahasanya. Bahasa Inggris diterjemahkan as-is, apa adanya. Banyak contoh, misalnya BUS dalam BI diterjemahkan menjadi BAS (BM). Untuk kue, cake menjadi kek, dan lain-lainnya.

Istilah bahasa rojak-pun sudah melekat di masyarakat. Rasanya nggak akademis kalo bahasa sehari-hari kita tidak menggunakan bahasa Inggris, walau hanya satu-dua kata saja. Alhasil muncullah bahasa rojak, yang mencampurkan antara BI dan BM bulat-bulat. Can you imagine that? All you can mix jadi sato… hehehe

Itu sebabnya Pak Mahathir Muhamad tidak pernah setuju untuk menggunakan Bahasa Melayu di buku pelajaran Science dan Math. Dan ini jadi perdebatan tersendiri loh.

Pak Anwar Ibrahim pernah berujar kalau kosakata dominan Bahasa Melayu datang dari Bahasa Indonesia.

Kata “Canggih”, “Nusantara”, “Wawasan” adalah diantara kado yang dibawa Pak Anwar dari Indonesia, untuk Malaysia.

Nah… kalo anda merasa superior, coba deh terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
“The server gives a plug and play service to the clients using either
hardware or software joystick. The joystick goes into the client’s port”.

powered by performancing firefox

VideoGoogle hacking ? Nggaklah…

Thursday, October 12th, 2006 § 1 Comment

Hacking – Cracking and Modding – Kevin Mitnick – The Broken – Google Video

Sore ini asyik sekali saya bermain dengan video.google.com. Ceritanya mau download filmnya mas kevin itu, tapi ada tapinya nih… nggak enaknya yah nungguin suksesnya buffering video. Selama bandwidth masih terbatas… yah nontonnya nggak enak banget.

Kata Jimmy Neutron, film kartun kesukaan saya, yang mengkisahkan tentang seorang anak cerdas dari keluarga ilmuwan. Dia selalu berkata,”berpikir”, ketika dituntut untuk berpikir pada saat itu juga.

Nah, saya pun mau ikutan… berpikir… berpikir…
Saya berpikir ada nggak yah cara untuk download film itu tanpa nunggu penuhnya buffer. Enggak enak loh kalo cuma bisa nonton di browser. Singkatnya bisa nggak yah, file video itu di download?.

Ehm… saya teringat Eko kawan saya (sayang dia seorang pemalu yang nggak punya blog maupun situs). Eko rajin sekali mencari buku baru ataupun film kesukaannya menggunakan kombinasi dari demonoid.com dan bittorrent.

Saya lihat di addons-nya firefox ada torrent-bar-extensions … wah mantab nih. Segera saya download torrent-bar, dan download bittorrent-nya. Baca manualnya dan ngetest deh. Tapi… hasilnya saya hanya bisa download apa yang ada di torrent-list. Wah wah wah… main-goal tidak terpenuhi nih.

Kembali saya ke firefox addons… dan terlihat VideoDownloader yang masuk dalam Top Download… ehm bisa dicoba nih. Selesai instalasi saya test… ehhh ternyata aplikasinya minta temen-setianya; MediaPirate yang tersedia juga di addons. Hasil instalasi akan tampak icon nempel di bawah-kanan browser firefox anda.

kembali saya ke video.google.com untuk download filmnya mas kevin mitnick, dan klik icon pirate itu dan hasilnya muncul di mediapirate windows-tab. Selanjutnya… ehm tinggal klik icon Download it now. Phew… at last 🙂

Sekarang tinggal duduk manis menantikan angka presentase download yang kian membesar… membesar… dan membesar.

Selamat menyaksikan donk yah dan selamat menambah koleksi video anda.

 

powered by performancing firefox

Berapa Pantesnya Gaji Anda ?

Wednesday, October 11th, 2006 § 1 Comment

Coba deh download file salaryguide | PDF 303Kb

Catatan Aa Gym dari Cilegon: Menjadi Insan Kreatif dan Inovatif

Wednesday, October 11th, 2006 § Leave a comment

Kreatifitas merupakan kunci bagi manajemen dan karyawan. Kreatifitas dapat melekatkan hubungan suami dan isteri, dapat juga melekatkan hubungan orang tua dan anak, juga dapat melekatkan hubungan guru dan murid.

Banyaknya perusahaan dotcomers yang bermunculan di awal tahun 1998-an merupakan tanda sebuah bentuk kreatifitas. Kreatifitas dapat membantu mengatasi permasalahan hidup. Memberikan pekerjaan bagi profesional muda, mengurangi pengangguran dan yang pasti dapat membantu siapapun dalam menghadapi hidup ini. Runtuhnya dotcomers di awal 2000-an karena efek dari ketidakkreatifitasan owner dan staf dari perusahaan itu dalam mengatasi kehidupan ini.

Pimpinan Krakatau Steel menambahkan bahwa, “kreatifitas dapat meningkatkan produktifitas perusahaan. Ditambahkannya pula bahwa kreatifitas bisa datang melalui:

  • motivasi pimpinan terhadap unsur manajemen dan staf;
  • pengakuan pimpinan terhadap hasil karya stafnya;
  • dengan bekal ilmu pengetahuan yang diberikan oleh perusahaan, staf dapat berkreatiftas untuk dapat bekerja secara maksimal;
  • memberikan reward bagi solutif inovatif yang diberikan baik oleh staf maupun dari unsur manajemen;
  • perusahaan harus memberikan punishment terhadap setiap bentuk kelalaian.”

Mesranya suami-isteri, dan harmonisnya keluarga merupakan ajang kreatifitas suami-isteri. Suami harus selalu kreatif untuk memuaskan dan memenuhi hajat hidup isteri dan keluarga. Demikian juga halnya isteri harus juga kreatif berinovasi untuk menjaga harta dan kehormatan keluarga.

Aa Gym memberikan 5 butir ciri individu/institusi untuk mencapai kreatifitas tinggi,
yaitu:

1. Bertekad Bersungguh-sungguh Untuk Solutif Inovatif
Terdapat kisah permintaan seorang anak yang terlahir cacat fisik kepada ayahnya. Permintaannya adalah agar ia bisa mengikuti perlombaan triahtlon. Rasa sayang dan ketidaksanggupan Ayah untuk menolak permintaannya, membuat si-Ayah bertekad secara sungguh-sungguh. Si-Ayah selain mempersiapkan fisiknya juga mempersiapkan semua peralatan untuk mendukung kegiatan perlombaan. Si-Ayah membuat kereta-tarik mirip rick-saw China untuk perlombaan marathon, dan si-Ayah juga membuat pelampung ala penjaga pantai agar bisa menarik anaknya dalam lomba renang. Terakhir, inovasi si-Ayah yang memodifikasi sepeda untuk mengangkut anaknya dalam lomba kayuh sepeda. SubhanaAllah.

Pertanyaannya untuk saya:
Apakah saya sudah bertekad bersungguh-sungguh untuk solutif inovatif?  Untuk anak saya, untuk orang tua, untuk lingkungan saya, untuk kantor saya dan untuk negara ini.

2. Melihat Masalah Tidak Sebagai Beban Tetapi Sebagai Tantangan Yang Harus Dihadapi
Jangan pernah menyerah dengan keadaan.

Uang kiriman orang tua terlambat datang.
Asyiik, ini kesempatan saya untuk tetap berkarya agar kuliah saya tetap bisa jalan.

Billy Lim (penulis yang tinggal di Malaysia) mempopulerkan buku “Dare to fail”. Reynald Kasali menuliskannya dalam “The Change”. Robert Kiyosaki mempopulerkan idenya melalui “Rich Dad Poor Dad”. Banyak buku psikologi isteri saya, yang pernah saya baca, mengulas tentang hal ini. Aa Gym dengan Manajemen Qolbu Corporation-nya membuktikan bahwa masalah yang sedang dihadapi sebagai suatu tantangan. Melalui program Santri Siap Guna (SSG), Aa Gym memberikan materi pelajaran sekaligus praktek motivasi, secara freely lagi . Karena praktis iuran yang diinfaqkan calon SSG hanya untuk keperluan mereka sendiri.

Pertanyaan dari saya untuk saya: “Seberapa besar perubahan yang sudah saya buat untuk lingkungan rumah saya?”

3. Haus Input Yang Baik
Semakin banyak input yang baik maka bisa dipastikan, setelah tahap proses akan mengeluarkan output yang baik pula. Gold-In-Gold-Out. Demikian pula sebaliknya, apabila Garbage-In maka sudah dapat dipastikan akan menjadi Garbage-Out. Fenomena menarik yang dapat dijadikan contoh. Seperti kita ketahui bersama, negara Singapura selalu mengambil lulusan terbaik dari Perguruan Tinggi di Indonesia, bahkan meminang juara-juara Olimpiade Dunia untuk Science-Phisics maupun Social-science putera-puteri terbaik made in Indonesia. Kenapa singapura berbuat demikian? Anda pasti tahu jawabannya.

Demikian juga halnya bagi perusahaan atau institusi, banyak memerlukan masukan yang baik. Aa Gym menekannya bahwa pekerja yang jujur dan pandai, bahan mentah yang terbaik, dan semua modal input yang baik akan memberikan hasil yang terbaik pula.

Input yang baik akan menghasilkan manfaat yang maksimal, apabila diolah dengan proses yang sempurna. Sistem manajemen yang baik, mekanisme kerja yang efisien dan pola kerja yang semangat dan lingkungan yang berpositive-thinking. Proses yang efektif dan efisien akan menghasilkan output yang sempurna, sempurna dalam solutif, sempurna dalam inovatif. Dengan produk ini permasalahan apapun yang datang akan dapat diselesaikan dengan cepat dan seksama

Aa Gym menekankan, rumus dasar menghimpun Input Yang Baik adalah dengan IQRO. Seperti permintaan Allah melalui Malaikat Jibril yang meminta Rasul Muhammad SAW untuk membaca. Dibimbing dengan sabar dan telaten, dengan tindakan yang efektif dan efisien, Alhamdulillah Rasul Muhammad dapat membaca ayat suci Al-Qur’an.

Aa Gym menambahkan idiom TUKIRGAYA, yaitu wakTU pemiKIRan tenaGA dan biaYA adalah effort besar untuk menghimpun Input Berkualitas.

AyatQuran: Barang siapa yang ingin dunia, wajib dengan ilmu. Barang siapa yang ingin akherat, wajib dengan ilmu. Dan barang siapa yang ingin keduanya, wajib dengan ilmu

Menurut Walikota, Cilegon menyediakan 24% APBD untuk keperluan pendidikan.

Pertanyaan saya untuk saya sendiri: “Seberapa besar effort yang saya infaqkan sebagai aset utama untuk mengubah hidup saya?”. “Apakah saya sudah maksimal dalam mencari ilmu?”

4. Kunci Utama untuk Kreatif adalah Selalu Berani Melakukan Hal-hal Baru.
Contoh sederhana yang diberikan oleh Aa Gym adalah setiap hari menghapal satu jalan alternatif, baik menuju kantor maupun pulang ke rumah. Hal ini sangat bermanfaat ketika anda sedang dikejar waktu dan dihadapi dengan jalan yang macet. Maka pengetahuan anda yang diberikan oleh Allah tentang jalan alternatif akan menyelamatkan anda.

Saya teringat sahabat Indra, awalnya seorang guru bahasa Inggris di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan karena ia belajar hingga jenjang Master, ia dapat diangkat sebagai staf di Bagian Perdagangan KBRI Kuala Lumpur. Indra berpesan agar saya setiap hari menambah vocabulary, untuk memperbaiki grammar. Da latihlah ke dalam bentuk kalimat. Syukron JazakaAllah Katsiron sahabat Indra.

Contoh yang sangat menarik lagi. Pada kelas motivasi yang diadakan oleh Manajemen Qolbu Corp, terdapat contoh kasus yang harus dikerjakan secara bersama, teamwork building judulnya. Detilnya begini, terdapat 3 tim, berdiri berkelompok, dalam 3 posisi berbeda, masing-masing dalam lingkarannya, membentuk segitiga sama sisi. Diantara tim itu tersedia tali tambang yang relatif cukup besar, membentuk segitiga juga. Terdapat tiga simpul-berpita ditali itu, dihadapan kelompok masing-masing. Problemnya sederhana, tarik simpul lawan sebanyak-banyaknya, jumlah simpul lawan yang masuk ke dalam lingkaran sama dengan jumlah nasi bungkus yang bisa diperoleh. Alkisah, untuk atasi problem itu diberi waktu 3 menit untuk diselesaikan. Apa yang terjadi? Masing-masing tim saling tarik sekuat tenaga untuk memasukan simpul lawan ke dalam lingkaran miliknya. Hasilnya sangat tidak memuaskan. Ketiga tim hanya memperoleh rata-rata 3 simpul artinya 3 nasi bungkus untuk setiap kelompok yang berjumlah 15 orang itu. Kenapa demikian?

Pertama, masing-masing tim terbelenggu dengan paradigma lama. Setiap kerja tim dan melihat tali tambang, muncul pemikiran untuk mengadakan tarik tambang. Padalah kata tarik tambang tidak pernah terucap dalam kelas motivasi ini. Kedua, Aa Gym memberikan solusi, kenapa tidak lakukan negosiasi antar tim, sehingga  masing-masing tim dapat bekerja sama untuk memasukan simpul lawan ke dalam lingkarannya masing-masing.  Mungkin dalam waktu 3 menit, masing-masing tim dapat memperoleh 15 sampai dengan 20 nasi bungkus. Jadi kuncinya, kreatif untuk keluar dari paradigma lama, SubhanaAllah.

Pertanyaan saya untuk saya sendiri : “Bagaimana dengan saya dalam bernegosiasi dengan keluarga, tetangga dan teman kantor?”

5. Berani Menanggung Resiko
Tidak ada kesuksesan tanpa menanggung resiko. Aa Gym mengambil contoh industri di Cilegon. Terbangunnya menara untuk industri memerlukan effort dan resiko yang tinggi. Tetapi lihat hasilnya, produk industri dapat dimanfaatkan untuk umat manusia.

“Kenapa anda takut menikah”
“ahh… banyak yang cerai”
Dapat dipastikan bahwa dia termotivasi untuk tidak akan menikah.

“Kenapa tidak memulai usaha”
“ahhh… lihat saja banyak perusahaan yang gugur dan bangkrut”
Dapat dipastikan bahwa dia termotivasi untuk tidak akan memulai usahanya.

Aa Gym menambahkan, “hidup ini harus mengendalikan rasa takut”,
“Semua hal ada resikonya. Tidur saja ada resikonya. Menikah sudah pasti ada resiko. Tidak menikah resikonya lebih besar bila dibandingkan dengan menikah. Hanya pemberani yang dapat menikmati hidup ini. Ingat janji Allah tentang rizki? Pasti semua makhluknya akan terpenuhi. Terlebih-lebih yang berusaha dengan sungguh-sungguh. Jadi, jangan takut”.

Pertanyaan saya untuk saya sendiri: “keberanian apa yang sudah saya jalani dalam hidup ini?”

6. Sabar Dalam Berproses

Bahagia itu bukan pekerjaan instan. Bayangkan kalau ibu-ibu hami hanya dalam waktu 3 jam saja. Kenapa hamil harus memerlukan waktu 9 bulan 10 hari? Selain proses medis, tentunya menuntut daya kesabaran yang tinggi. Proses yang melelahkan dan menyakitkan menjadi bumbu penyebab proses kesabaran. Bahagia itu akan datang melalui proses perjuangan, sehingga apabila pada saatnya tiba untuk melahirkan, sang ibu akan memiliki tingkat kebahagian yang paripurna. Tidak percaya ? Silahkan tanya kepada ibunda yang melahirkan anda.

Kreatif dalam bersyukur mengenal Allah.

Sekarang anda bayangkan, anda hayati dan sekaligus beri penilaian.

  • Ketika anda bangun dari tidur anda. Bersamaan dengan terbukanya kelopak mata anda, bersama itu pula terucap Alhamdulillah, hari ini masih diberi kesempatan hidup oleh Allah.
  • Ketika anda mendudukkan badan anda dan melemaskan otot-otot anda ke kiri dan ke kanan. Bersamaan dengan bunyinya kretek-kretek otot anda berderak, bersamaan pula dengan mengucap Alhamdulillah, otot-otot saya masih berfungsi dengan baik.
  • Ketika anda berdiri dari ranjang anda dan “ngulet”, ucap pula Alhamdulillah, saya masih diberi kekuatan untuk berdiri, SubhanaAllah.
  • Saat anda membuka jendela untuk menghirup udara subuh yang segar dan bersih, dan tidak lupa sambil mengucap Alhamdulillah, hidung saya masih sensitif. masih bisa menghirup udara segar. Paru-paru saya pun terisi udara segar dan bersih, Alhamdulillah.
  • Ketika itu lewatlah orang-orang yang ingin ke masjid untuk shalat subuh dan menyapa anda, “Assalamu’alaikum – Selamat pagi”. Alhamdulillah telinga ini masih dipercaya untuk mendengar.

Pesan Aa Gym diakhir acara, “Jangan sia-siakan Ramadhan ini. Kreatif-lah dalam hidup ini. Berikan yang terbaik dan tebarkan kebaikan dimanapun, kepada siapapun dan kapanpun juga. Karena dengan melakukan itu, hidup ini akan ditolong oleh Allah  ta’ala -amiin.

Mari, hidup yang hanya satu kali ini, kita berikan solusi yang terbaik untuk kehidupan kita, untuk keluarga kita, untuk kampung kita, untuk kantor kita dan untuk membangun negara kita yang tercinta ini. Silahkan menyebarkan info ini. Salam bahagia, semoga Allah ta’ala menjaga kita semua. Tetap Semangat.

Salam.-
rfirmans

powered by performancing firefox

Singapura dan Presiden RI…

Monday, October 9th, 2006 § Leave a comment

Masih nyambung dengan tulisan awal…

Air dan Listrik Indonesia Juga Akan Digadaikan
[Bab IV Hal 151]

Dalam perjalanan kekuasaan di Indonesia, Singapura dalam beberapa periode kepemimpinan negara ini sempat sangat dekat dengan pusat kepemimpinan nasional dan mempengaruhi kebijakan negara. Di era orde baru, saat Soeharto masih memelihara Jenderal Benny Moerdani dan mengambil sikap berseberangan dengan aspirasi mayoritas rakyatnya, intel-intel Singapura banyak berkeliaran di Indonesia. Memoir Jenderal Soemitro malah sempat menyinggung adanya lobi Israel yang disetir dari Singapura yang akhirnya berhasil mempertemukan Presiden Soeharto dengan sejumlah pejabat Israel di Cendana, Jakarta.

Dalam masa kepemimpinan Habibie yang singkat, Singapura memilih untuk menjaga diri dan wait and see di permukaan, namun aktif mendorong berbagai gerakan massa untuk menumbangkan Habibie lewat kroni-kroninya di Indonesia.

Ketika Habibie menyusul Soeharto, Abdurrahman Wahid yang sangat bersahabat dengan kaum Yahudi -dia bahkan menjadi salah seorang pendiri Shimon Perez Institute di Tel aviv, Israel -malah merangkul Singapura dengan merayu Lee Kuan Yew agar sudi menjadi salah satu penasehat tim ekonomi kepresidenannya bersama Henry Kissinger (Yahudi AS) dan Sofyan Wanandi (CSIS).

Patut diperhatikan, dalam masa kepemimpinan Habibi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semula Rp 15Ribu bisa ditekan menjadi hanya Rp 6Ribuan. Ketika Abdurrahman Wahid “naik tahta” dengan menggandeng Lee Kuan Yew, Henry Kissinger dan Sofyan Wanandi, Wahid “sukses besar” mengembalikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus batas psikologis Rp 10Ribuan. …

Setelah Wahid diturunkan paksa oleh DPR, Megawati Soekarnoputeri menggantikannya. Walau menyandang nama “Soekarnoputeri”  di belakang namanya, Mega ternyata banyak mengeluarkan kebijakan yang bertolak-belakang dengan garis Soekarnoisme.

Jika Soekarno gigih melindungi usaha pribumi dari serangan imperialisme asing, bahkan pernah menasionalisasikan sejumlah perusahaan asing (Politik Banteng), Megawati malah menggadaikan banyak perusahaan nasional dan pribumi ke tangan asing. Sejumlah skandal penjualan BUMN hingga kini masih saja belum tuntas oleh pengadilan Indonesia.

Megawati pula yang mengeluarkan kebijakan release and dischard kepada para konglomerat koruptor. Dengan kebijakan ini, para koruptor diberi ampunan. Saat itulah di dalam masyarakat muncul kalimat satiris, “Ia pembela wong licik, bukan pembela wong cilik”.

Dalam masa Megawati, peran orang-orang yang mengelilinginya memang sangat menentukan mengingat Mega sendiri sama sekali tidak punya kapasitas dalam soal-soal ini semua. Semua pernyataan dan wawancaranya di media massa sama sekali tidak ada yang bernas (cemerlang). Orang-orang di belakang Mega itu antara lain; Theo Syafei -murid dari Jenderal Benny Moerdani, yang diangkat menjadi penasehat utama Presiden bidang sosial politik. Serta Laksanama Sukardi yang diserahi kementerian BUMN yang akhirnya banyak menggadaikan aset-aset negara dengan harga diskon gede-gedean. Dimasa kepemimpinan Megawati, Indonesia yang sudah hancur menjadi semakin remuk.

Dalam dua tahun masa kepemimpinan Mega, Singapura banyak menangguk keuntungan dengan menguasai sejumlah saham aset-aset nasional seperti Telkomsel, Indosat, BCA dan sebagainya.

Saat Mega memimpin, kasus Indosat yang memilukan itu disusul dengan rencana pemberlakukan UU Air dan dinaikannya Tarif Dasar Listrik. Rencana terakhir ini kemudian terbongkar dan masyarakat menjadi tahu bahwa pemerintah Mega sebenarnya bernafsu akan menjual PLN (Perusahaan Listrik Negara) ke pihak asing yang dikuasai Yahudi.

Untunglah Megawati tidak terpilih lagi dalam pemilu 2004. Rakyat agaknya sudah semakin pintar, dan SBY agaknya cukup cerdas untuk tidak mengikuti langkah Mega yang banyak menggadai aset-aset bangsa kepada pihak asing.

SubhanaAllah -Allah Maha Pemberi Rahmat
Ya Allah, lindungi bangsa kami, nyatakan yang hak itu hak, dan nyatakan yang bathil itu bathil

powered by performancing firefox

Singapura dan Indosat…

Monday, October 9th, 2006 § 1 Comment

Hari Minggu ini (8/10) saya habiskan untuk membaca buku “Singapura Basis Israel Asia Tenggara”. Buku yang saya beli di Bandung beberapa waktu lalu, baru sempat dibaca habis hari ini -Alhamdulillah.

Ada muatan yang ingin saya sharing, begini :

Desah Orang papua pun Terdengar Sampai Singapura
[Bab IV: Moncong Meriam di Jidat Indonesia, Hal 149]

Kolumnis Yudhistira Massardi berkata satir, “Kini, bangsa Indonesia sudah telanjang bulat di telinga orang Singapura” (Gatra Desember 2002). Yudhis penulis kisah legendaris “Arjuna Mencari Cinta”, menyatakan hal itu setelah melihat kenyataan di depan mata bahwa seluruh infrastruktur telekomunikasi di negeri besar ini telah dikuasai oleh negeri kecil bernama Singapura.

Telkomsel sebagai penyedia jasa telekomunikasi terbesar Indonesia 35% sahamnya sudah dikuasai Singtel (Singapura Telecommunication), lalu disusul dengan “jatuhnya” Indosat yang 41,39% sahamnya juga telah dikuasai Singapura lewat STT. Jatuhnya dua perusahaan besar penyedia jasa telekomunikasi ini memiliki arti sedikitnya 75% dari sekitar 10Juta pengguna telepon selular di Indonesia telah dikontrol Singapura.

Tidak ada lagi ruang privat bernama keamanan nasional Indonesia. Tidak ada lagi pembicaraan rahasia di negara ini yang tidak melewati kuping anak buahnya Lee Kuan Yew…

Penguasaan Singapura atas udara Indonesia (kepemilikan Indosat. Telkomsel, ditambah dengan pengoperasian satelit pengintai OFEQ-5, ini baru ketahuan -2005) memang sangat riskan bagi kita. …Indonesia sudah telanjang bulat dan pasrah di hadapan orang Singapura. Inilah kenyataannya. Apalagi ditambah dengan alasan memerangi terorisme, semuanya bisa dilakukan! Bahkan desahan orang Papua di puncak Pegunungan JayaWijaya yang menggunakan telepon satelit pun bisa sampai kedengaran di Orchard Road, Singapura.

powered by performancing firefox

Where Am I?

You are currently viewing the archives for October, 2006 at the sky is not the limit.