Asuransi… pentingkah ?

Monday, October 2nd, 2006 § 1 Comment


Malam ini, seorang kawan datang ke rumah, untuk mengurus asuransi keluarga kami. Ngobrol punya ngobrol, saya jadi teringat beberapa kisah tentang asuransi. Sambil menulis (thank to Performancing), ditemani Grup musik Naif plus Orkestra di StarTV, saya menuliskannya untuk anda.

Tabrak Sapi di Sungei Tangkas
Pengalaman menarik tentang asuransi di kalangan mahasiswa Indonesia yang sekolah di luar negeri. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dalam paket belajar mahasiswa salah satunya adalah asuransi kesehatan. Tujuannya jelas, untuk melindungi si-mahasiswa dan tidak membebankan kampus pada khususnya dan pemerintah pada umumnya.

Dua orang karib saya mendapat musibah. Betul… nabrak sapi di tengah jalan.🙂 hehehe ada yang senyum-senyum deh. Ceritanya gini, sepulangnya mereka dari lab, memang hari sudah cukup malam, jam 10-an yah kira-kira. Badan sudah capek, pikiran perlu diistirahatkan. Mungkin ini alasan mereka untuk ingin segera sampe ke rumah, mandi dan tidur.

Jalan cukup gelap saat itu, lampu jalan mati, entah kenapa ada sapi jantan ukuran besar berwarna hitam yang tiduran di tengah jalan. FYI ini salah satu teknik beternak dari salah satu suku bangsa di negara itu. Kombinasi berbagai unsur tadi, terjadilah tabrak lari. Ehhh betul loh, motor plus penumpang menabrak sapi, dan sapinya berdiri dan berjalan perlahan meninggalkan arena. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Ehhh jadi bukan tabrak lari donk yah. Tabrak Jalan Perlahan tepatnya hehehe.

Singkat kata, kedua rekan masuk rumah sakit, dan saya ngurusi asuransi mereka. Ternyata, klaim tidak bisa “cair”, karena mereka tidak memperpanjang semesteran mereka. Akhirnya, dengan rasa sedih, saya ceritakan kepada mereka, dan merekapun paham bahwa harus merogoh kocek saku lebih dalam untuk membayar semua pengobatan ini.

Anda bisa bayangin, status mahasiswa di luar negeri, jauh dari ortu, (mungkin juga) dana terbatas, harus kelarin tesis, menderita sakit pula dan… harus bayar pengobatan.

Pengalaman menarik buat saya, bahwa betapa penting asuransi itu.

Melahirkan dengan Kartu Kredit
Peristiwa ini beda banget. Harusnya asuransi mahasiswi itu sudah meng-cover persalinan. Tapi entah kenapa klaim ditolak. Usut punya usut, ternyata biaya asuransi yang hanya 50dollar persemester itu tidak diperpanjang oleh kawan saya. Akhirnya, ketika dia harus masuk rumah sakit dan bersalin, semua biaya harus cash. Kalo tidak… ehm baby pun ditahan.

Siang itu, saya ditelpon untuk segera datang rumah sakit rujukan, rumah sakit utama bagi mahasiswa. Cerita-punya-cerita, daripada baby nggak bisa cabut… yah kartu kredit-pun bicara. Karena dia kawan karib saya, apalagi untuk baby… bayar nyicil pun jadi deh hehehe

Mahasiswa Baru dan Asuransi
Menarik beberapa pengalaman, saya selalu menekankan kepada adik-adik mahasiswa baru… beberapa dari mereka nggak pantes disebut adik, lha wong senior kok dipanggil adik… bahwa betapa pentingnya nilai 50dollar persemester itu sebagai asuransi mahasiswa. Walaupun diantara mereka ada yang keberatan karena Premi Loss. Tapi saya selalu menekankan dan memperkaya pandangan mereka dengan menceritakan beberapa kejadian tentang pentingnya arti sebuah asuransi.

Askes vs AskesGOLD
Ketika isteriku melahirkan putera kedua kami di tanah air, saya sebagai PNS menelpon rumah sakit untuk mendapat konfirmasi, apakah rumah sakit menerima atau tidak kartu Askes. Konfirmasi sangat positif terdengar kala itu. Dengan langkah ringan, saya pun mendatangi rumah sakit. Ehhh… ternyata konfirmasi positif itu HANYA untuk AskesGOLD saja. Walaupun sudah kami penuhi kewajiban untuk membayar ongkos rumah sakit, namun di dalam hati terdalam, saya merenung,”mana fasilitas kesehatan untuk keluarga saya setelah saya mengabdi puluhan tahun untuk negara”. Sedih saya rasanya.

Nikmatnya Uang Representasi dan Fasilitas Diplomat
Kala itu saya dan keluarga tidak terlalu peduli dengan asuransi. Terus terang saja, gaji sebagai diplomat membuat semuanya berjalan sangat-sangat-sangat nyaman. Masuk rumah sakit, kamar mewah, fasilitas lengkap, dokter spesialis dan obat paten, terus membayangiku. Hal ini meninakbobokan suatu bentuk kepedulian. Kepedulian tentang perlindungan diri.

Sekembalinya kami bertugas, di Indonesia kami harus terus mengejar petugas asuransi. Dan melahap semua informasi yang diberikan. Pengetahuan praktis sampai yang esensial, kami ikuti. Beberapa informasi kami sediakan dalam blog ini.

Gagal dalam Merencanakan sama dengan Merencanakan Kegagalan

Jadi teringat pesan Aa Gym bahwa, “orang yang selalu mengingat mati akan hidup penuh dengan kehati-hatian”.

Sebenarnya konteksnya sih kepada INGAT MATI. Maksudnya yah… hisab diri anda sebelum anda dihisab di Yaumil Akhir kelak. Namun untuk konteks duniawi, apalagi kalo bukan rencanakan diri anda dengan baik, buat perhitungan dengan sebaik-baiknya.

Aa Gym menambahkan,”gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan”.

Jadi… seberapa penting asuransi untuk anda ?

powered by performancing firefox

§ One Response to Asuransi… pentingkah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Asuransi… pentingkah ? at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: