Gaya Memperindag Mari

Sunday, October 8th, 2006 § 1 Comment


Kompas Sabtu kemarin (7/10) memuat artikel menarik, tentang Pembebasan Bea Masuk (0%) untuk Serbuk Cabai dari China.

Bagaimana dengan nasib penjual cabai kering di pasar-pasar tradisional, dimana Ibu saya selalu meminta di-mixing menjadi serbuk cabai ? Bagaimana dengan nasib mereka ?
Bagaimana dengan protes negara India dan Pakistan karena mereka tetap harus bayar bea cukai serbuk cabai untuk masuk ke Indonesia?

Kata Ibu Menteri Mari Pangestu, “biar aja, kalo mau protes silahkan datang dan nego dengan kami”.

Pertanyaan:
Kenapa India dan Pakistan dikenakan bea cukai, sedangkan China dikecualikan ?
Apakah hal ini terjadi karena Ibu Mari yang jadi Menteri Perdagangannya ?
Atau karena Menteri Bo Xilai alumni Amerika juga?

Hahaha … bisa jadi isu menarik nih.

powered by performancing firefox

§ One Response to Gaya Memperindag Mari

  • Aris says:

    Firman,
    Pembebasan bea masuk dengan China kan bukan sesuatu yang baru dengan ditandatanganinya ASEAN-China Free Trade Area (FTA). Mungkin cabai adalah salah satu komoditi yang dibebaskan bea masuknya karena gak bakalan menggangu pasar internal.
    Kalau India dan Pakistan mau juga dibebaskan bea masuknya, bener seperti kata bu Menteri untuk nego dulu. Bikin ASEAN-India FTA atau Indonesia – India FTA. Karena dengan nego masing2 pihak akan tahu mana komoditas yang harus dibebaskan bea masuknya dan mana yang masih dikenakan.
    Salam
    AHU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Gaya Memperindag Mari at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: