Sentosa Cove Singapore

Sunday, October 8th, 2006 § Leave a comment


Seperti biasa, ini sudah menjadi rahasia umum. Bahkan sudah menjadi top of the top 9 news ala warung tegal. Singapura memang hebat dalam grab-grab-an orang-orang kaya Indonesia dan orang-orang pintar Indonesia. Hari ini (Minggu 8/10) ada iklan Sentosa Cove SingaporeThe world’s most desirable address” di harian kompas. Iklan sebesar setengah halaman ehm… pasti mahal yah. Tidak hanya hari Minggu ini, kompas hari Sabtu-pun ada. Mungkin juga hadir di media massa lainnya. Beberapa waktu lalu-pun bermunculan iklan apartemen dan rumah-rumah mewah, yang siap huni. Baik untuk dibeli maupun untuk disewa.

Sentosa vs Kepulauan Riau
Sungguh sangat berbeda sekali. Terakhir kali saya ke Pulau Sentosa pada tahun 2001, itupun bukan untuk hura-hura atau kegiatan bisnis. Hanya mengantar teman yang baru pertama kali menjejakan kaki di tanah Temasek itu. Masih segar dalam ingatan beberapa waktu lalu dengan kasus penggalian tanah dan pasir di Kepulauan Riau untuk dijual ke Singapura. Data terakhir menjelaskan 4 pulau kecil dan 2 pulau agak kecil di wilayah Kepulauan Riau, lenyap dari pandangan. Hanya tersisa kerusakan ekositem biomarine, yang (katanya) hanya bisa dipulihkan dalam kurun waktu puluhan tahun.

Tahun 1998, sisi terluar Pulau Sentosa hanya sebatas patok dengan tiang tinggi penyangga monorel yang mengelilingi Sentosa. Tahun 2001, patok itu sudah bergeser jauh kedalam, sehingga sisi terluarnya berupa hamparan pasir pantai nan putih dengan beberapa callets di atasnya. Bahkan cikal bakal pembentukan pulau atol-pun mulai terlihat. Pulau Sentosa sekarang sudah bukan satu pulau lagi, melainkan sudah menjadi “kepulauan”.

Memang benar, isi kepala penguasa Kepulauan Riau memang berbeda dengan isi kepala penguasa “kepulauan” Singapura. Terbukti dengan hadirnya Sentosa Cove yang menawarkan surga dunia. Dimana setiap rumah yang dihuni dikelilingi dengan air laut yang jernih dan putihnya pasir pantai. Jalan-jalan air yang menjembatani semua area dapat dilalui dengan boat beraneka ukuran. Rumah segar gaya tropis memang produk unggulannya.

Indonesia pangsa pasar utama
Siapapun anda, selama anda mempunyai uang lebih, anda menjadi target utama dari iklan ini. Pertanyaannya, kenapa beriklan di harian Indonesia? Ahh ini pertanyaan standar. Tentu semua orang juga sudah tahu, kalau bangsa Indonesia ini mempunyai hobby berbelanja, berbelanja dan berbelanja. Pengalaman menarik yang saya alami di negara jazirah Arab. beberapa toko di Dubai dan Madinah menyediakan pelayannya yang mahir berbahasa Indonesia, sangat meyakinkan saya. Teknik ini pun ditiru oleh beberapa toko-toko besar di beberapa negara. Sebut saja, pertokoan kawasan pasar rakyat di Paris, kawasan pertokoan utama di Amsterdam, bahkan di kawasan elite Sydney dan kota-kota utama di Amerika Serikat. Ini sudah menjadi paradigma internasionalđŸ™‚

“Memangnya orang Indonesia itu kaya-kaya yah”, tanya junior saya suatu hari.
“Padahal kita semua tahu, kalo Indonesia sedang krismon dan bangkit darinya”, lanjutnya.
“Krismon kok mall di Jakarta selalu penuh, apalagi mau lebaran ini”, sahutnya lagi.

Bagaikan orang yang sedang kehausan dan butuh penyegar. Orang Indonesia yang terkenal dengan gaya hidup berbelanja dan mewah. Dilengkali dengan keadaan carut-marut di negeri ini, khususnya Jakarta. Pertanyaan junior saya, mungkinkah keadaan carut-marut dan ketidaknyamanan ini disengaja?

Pada harian yang sama (Sabtu 7/10) Presiden SBY menghimbau untuk orang-orang kaya Indonesia, agar sebaiknya tidak berinvestasi ke luar negeri, cukup di Indonesia saja. Kembali junior saya komentar, “mana bisa dengan himbauan”. China bisa sebesar ini dalam waktu relatif singkat, hanya karena penguasanya keras, keras dan keras. Sekarang silahkan anda lihat China, betapa hebatnya. Bisnis, investasi, pendidikan, infrastruktur, teknologi semua hebat… weleh weleh mantab benar.

Perjanjian Extradisi Indonesia-Singapura
Banyak kejahatan bisnis yang terjadi di Indonesia. Tentu saja banyak pula penjahat bisnis yang berkeliaran di Indonesia. Baik itu orang Indonesia sendiri atau orang asing atau campuran keduanya. Herannya, mereka susah sekali ditangkap di Indonesia. Herannya lagi, mereka memilih lari dan menetap di Singapura. Mereka aman sentosa di sana. Mungkin itu asal-usul nama Sentosa. Herannya lagi…

“Ahh nggak usah heran”, kata Pak HBL Mantiri dulu (Media Indonesia Agustus 2005), Dubes RI untuk Singapura. Mereka (Singapura) memang ingin profit dari kejadian ini.
“Bayangkan saja, para penjahat itu membawa harta berlimpah untuk tinggal dengan nyaman di tanah Temasek itu”, sambung saya.
“Jadi wajar kalau pebisnis properti mengincar duitnya orang-orang ‘kaya’ Indonesia”, kira-kira demikian saya menyimpulkan.

Orang Pintar Indonesia “dibajak” Singapura
Lain orang kaya, lain pula orang pintar Indonesia. Orang pintar Indonesia umumnya dari keluarga sederhana, kalau boleh saya tidak menyebutnya dari keluarga miskin. Tapi mereka memang pintar. Salah Pemerintah Indonesia sendiri kenapa tidak peduli dengan rakyatnya yang pintar-pintar itu. Kasus Iwan, pemenang Olimpiade Komputer, putera asli Pekan Baru, yang disia-siakan oleh Pemda-nya, yang berakhir dengan melajunya Iwan ke NUS plus tawaran permanent resident. Ehm…

Saya pernah ngobrol bareng di toko buku BORDERS, di ujung jalan Orchard dengan beberapa mahasiswa mantan STAID BPPT program dirgantara itu. Mereka “lari” dari jalan Thamrin ke NUS dengan beasiswa Temasek tentunya. Bukan mainnn…

Ahh yang ini pasti anda sudah tahu ceritanya… sudahlah

powered by performancing firefox

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sentosa Cove Singapore at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: