Singapura dan Presiden RI…

Monday, October 9th, 2006 § Leave a comment


Masih nyambung dengan tulisan awal…

Air dan Listrik Indonesia Juga Akan Digadaikan
[Bab IV Hal 151]

Dalam perjalanan kekuasaan di Indonesia, Singapura dalam beberapa periode kepemimpinan negara ini sempat sangat dekat dengan pusat kepemimpinan nasional dan mempengaruhi kebijakan negara. Di era orde baru, saat Soeharto masih memelihara Jenderal Benny Moerdani dan mengambil sikap berseberangan dengan aspirasi mayoritas rakyatnya, intel-intel Singapura banyak berkeliaran di Indonesia. Memoir Jenderal Soemitro malah sempat menyinggung adanya lobi Israel yang disetir dari Singapura yang akhirnya berhasil mempertemukan Presiden Soeharto dengan sejumlah pejabat Israel di Cendana, Jakarta.

Dalam masa kepemimpinan Habibie yang singkat, Singapura memilih untuk menjaga diri dan wait and see di permukaan, namun aktif mendorong berbagai gerakan massa untuk menumbangkan Habibie lewat kroni-kroninya di Indonesia.

Ketika Habibie menyusul Soeharto, Abdurrahman Wahid yang sangat bersahabat dengan kaum Yahudi -dia bahkan menjadi salah seorang pendiri Shimon Perez Institute di Tel aviv, Israel -malah merangkul Singapura dengan merayu Lee Kuan Yew agar sudi menjadi salah satu penasehat tim ekonomi kepresidenannya bersama Henry Kissinger (Yahudi AS) dan Sofyan Wanandi (CSIS).

Patut diperhatikan, dalam masa kepemimpinan Habibi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semula Rp 15Ribu bisa ditekan menjadi hanya Rp 6Ribuan. Ketika Abdurrahman Wahid “naik tahta” dengan menggandeng Lee Kuan Yew, Henry Kissinger dan Sofyan Wanandi, Wahid “sukses besar” mengembalikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus batas psikologis Rp 10Ribuan. …

Setelah Wahid diturunkan paksa oleh DPR, Megawati Soekarnoputeri menggantikannya. Walau menyandang nama “Soekarnoputeri”  di belakang namanya, Mega ternyata banyak mengeluarkan kebijakan yang bertolak-belakang dengan garis Soekarnoisme.

Jika Soekarno gigih melindungi usaha pribumi dari serangan imperialisme asing, bahkan pernah menasionalisasikan sejumlah perusahaan asing (Politik Banteng), Megawati malah menggadaikan banyak perusahaan nasional dan pribumi ke tangan asing. Sejumlah skandal penjualan BUMN hingga kini masih saja belum tuntas oleh pengadilan Indonesia.

Megawati pula yang mengeluarkan kebijakan release and dischard kepada para konglomerat koruptor. Dengan kebijakan ini, para koruptor diberi ampunan. Saat itulah di dalam masyarakat muncul kalimat satiris, “Ia pembela wong licik, bukan pembela wong cilik”.

Dalam masa Megawati, peran orang-orang yang mengelilinginya memang sangat menentukan mengingat Mega sendiri sama sekali tidak punya kapasitas dalam soal-soal ini semua. Semua pernyataan dan wawancaranya di media massa sama sekali tidak ada yang bernas (cemerlang). Orang-orang di belakang Mega itu antara lain; Theo Syafei -murid dari Jenderal Benny Moerdani, yang diangkat menjadi penasehat utama Presiden bidang sosial politik. Serta Laksanama Sukardi yang diserahi kementerian BUMN yang akhirnya banyak menggadaikan aset-aset negara dengan harga diskon gede-gedean. Dimasa kepemimpinan Megawati, Indonesia yang sudah hancur menjadi semakin remuk.

Dalam dua tahun masa kepemimpinan Mega, Singapura banyak menangguk keuntungan dengan menguasai sejumlah saham aset-aset nasional seperti Telkomsel, Indosat, BCA dan sebagainya.

Saat Mega memimpin, kasus Indosat yang memilukan itu disusul dengan rencana pemberlakukan UU Air dan dinaikannya Tarif Dasar Listrik. Rencana terakhir ini kemudian terbongkar dan masyarakat menjadi tahu bahwa pemerintah Mega sebenarnya bernafsu akan menjual PLN (Perusahaan Listrik Negara) ke pihak asing yang dikuasai Yahudi.

Untunglah Megawati tidak terpilih lagi dalam pemilu 2004. Rakyat agaknya sudah semakin pintar, dan SBY agaknya cukup cerdas untuk tidak mengikuti langkah Mega yang banyak menggadai aset-aset bangsa kepada pihak asing.

SubhanaAllah -Allah Maha Pemberi Rahmat
Ya Allah, lindungi bangsa kami, nyatakan yang hak itu hak, dan nyatakan yang bathil itu bathil

powered by performancing firefox

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Singapura dan Presiden RI… at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: