Astro dan Ust Arifin Ilham

Tuesday, January 9th, 2007 § 6 Comments


Sudah beberapa bulan agaknya saya menimang-nimang tawaran dan rayuan  beberapa kawan untuk bergabung di komunitas pelanggan Astro TV berlangganan. Supaya nge-tune kalo ngobrol kata mereka.

Sebenarnya saya memang sudah sejak lama memperhatikan program TV berlangganan, yang secara sadar maupun tidak sadar bisa membuat “kontaminasi informasi”. Efeknya cukup dahsyat… kita dibawa masuk ke dunia mereka, si pembuat program TV itu. Dan pada akhirnya kita membuat perbandingan dengan negara sendiri. Hasilnya bisa ditebak, negara kita sangat payah dalam memberikan informasi yang sehat. Memang rumput tetangga selalu lebih hijau.

Actually baru 2 minggu ini saya konsentrasi efektif untuk berniat melanggan TV Astro. Ehh dilalah… kata orang jawa, dilalah… ketika saya belanja di salah satu supermarket, saya mendapat brosur sekaligus demo program TV Astro tersebut.

Karena mereka cukup pandai “memaksa”, akhirnya saya mengalah untuk meluangkan waktu melihat demo mereka. Setelah sekian menit, sambil tersenyum, saya keluarkan kartu truff untuk cut-off demo mereka.

“Ada TV3 mas?”. demikian saya berujar.
“Itu TV favorit saya loh mas”, tambahku.

Memang Astro tidak punya program TV3 dan program TV Malaysia lainnya. Itulah kartu truff saya. Akhirnya sayapun punya alasan untuk meninggalkan demo mereka tanpa menyakitkan hati mereka. Maklum… saya pernah juga loh jualan ala salesmen :)  Untuk menjaga hati mereka, sayapun pergi sambil membawa brosurnya.

Malam itu, saya mengaji di Masjid AlAmru Bittaqwa, masjidnya Ust Arifin Ilham. Konten yang saya petik, khusus berkaitan dengan TV adalah… matikan TV – perbanyak membaca dan beribadah.

“Kita mudah lupa nama orang, tapi selalu masih ingat akan wajahnya”, demikian penjelasan Ust Arifin.
“Itu menandakan bahwa mata sangat kuat untuk merekam peristiwa”, tambahnya.
“Jadi semakin banyak aktifitas mata dalam melihat TV, semakin susah kita khusu’ dalam beribadah, karena konsentrasi kita terganggu oleh rekaman mata akibat TV itu”, tandasnya.
“Saran saya, matikan TV dan perbanyak berzikir”, ujar beliau menganjurkan kepada jamaah.

Ehm… saya sangat terasa tertohok.
Pas betul yah dengan pikiran saya.

Sesampainya di rumah, saya berbicara dari hati-ke-hati dengan isteri saya.
Dalam keheningan malam dan sejuknya udara.

Pesan moralnya… matikan TV dan perbanyak berzikir kepada Allah azza wajalla

Semoga Allah mengampuni kita.

powered by performancing firefox

§ 6 Responses to Astro dan Ust Arifin Ilham

  • jozz says:

    TV asing, terutama chanels yang edukatif (spt NG Chanel, Discovery Chanel, Animal Planet, Travel and Living, etc), sangat bermanfaat untuk “menghindari” konten TVs lokal yg (maaf) rendah kualitas. Terutama bila pemirsa utama TV di rumah kita adalah anak-anak balita kita. Ini sudah diakui oleh sebagian besar pemirsa TV lokal. Namun ada contoh konten TV lokal kita yg cukup edukatif, “Oprah Winfrey”, sampai-sampai mas Firman mencantumkan dalam LINKS (ehem)🙂 , mungkin karena rajin nonton acara yang edukatif itu.
    Kalau masalah ibadah, kata cak Nun, dimana pun kita berada, kita bisa saja beribadah mas, bahkan setiap detak jantung kita mestinya selalu menyerukan keagungan-Nya, begitu kata cak Nun disebuah stasiun radio.
    Kalau kekhusukannya belum sempurna, mungkin perlu dilatih lagi. Bisa dengan latihan intensif bersama komunitas BL di Ragunan.🙂 Tidak perlu menyalahkan TV hehehehe.

    Atau mungkin kalau TV kita berada tepat di depan posisi kiblat sholat kita, memang harus dimatiin, masa sholat sambil nonton TV ….🙂 …

    Salam

  • hari says:

    Asalamualaikum,
    nama saya Hari Bawono, saya bekerja di Carival Cruise di Miami. Saya selalu kangen dengan jakarta kampung halaman, dan saya ingin capat2 menyudahi pekerjaan di kapal ini karena jauh dari jumatan, dari mesjid, dari tablig2 TV . Jadi bisakah Ustad Arifin Ilham memberikan doa dan tawasul agar saya bisa lepas dari Kapal ini dan mendapatkan rejeki di Indonesia saja? Apakah amalannya dan saya mesti komunikasi dengan siapa? Tolonglah saya, tiap hari saya menangis kangen pada mesjid dan Ustad2 saya dan tentunya kangen pada nabi Muhammad SAW. Wassalam, HAri Bawono, Miami, Port Canaveral.

  • teguhBoutisa says:

    Betul. TV itu netral-netral aja. Yang penting content nya. Ust. Arifin kan jadi byk manfaat, salah satunya, juga lewat TV:)
    Lebih dari itu, jgn gampang menyalahkan wadah dunia ‘ah! Wong kita bisa milih, koq. kita bisa aktif, bahkan proaktif, thd TV. kecuali kita “dipaksa” pake pistol buat nonton. nyatanya ‘kan, tidak.

  • baehaqi says:

    assalamualaikum
    saya sangat setuju dengan tulisan diatas, bahwa “banyak” menonton akan membuat kekhusuan ibadah berkurang. kecuali nonton tv yang mati huahuahua. masalahnya memang bukan pada tv nya tapi lebih pada programnya. saat ini hampir2 semua program tv mengajarkan kemaksiatan. dan ironisnya acara2 yang notabene “keagamaan” banyak iklannya yang tak mengindahkan syariat,
    kita memang tidak menyalahkan tv nya tapi lebih bagaimana sikap kita seharusnya menyikapi tv. di pesantren2 di indonesia yang berkualitas dilarang nonton tv, kecuali seminggu sekali tapi toh mereka kemudian tidak ketinggalan informasi karena banyak majalah maupun surat kabar yang lebih menyehatkan klo menurut saya pribadi seeeh. dari pesantren itu pun muncul tokoh2 besar nasional.

    “mari kita sambut gerakan sehari tidak nonton tv”

  • wi3nd says:

    *numpang tulis:)*:
    menurut sayah kekhusu’an ibadah itu tergantung dari iman seseorang,bukan berdasarkan tayangan tipi,jika memang dasarnya kyusu’ ya kyusu’ sajah saat sholat,tapi jika memang tidak kyusu dg tanpa tipi teutep sajah tidak khusu’ saat sholatnya…[bingung ya:)] yakh intina tergantung pribadina masing2,tipi itukan hanya penyedia layanan dan hiburan jadi pintar2 sajah memilah acarana…

    * sotoy mode on* heheh

  • danu says:

    mas…saya copy ya…mau di sebar di millis…
    saya cantumkan nama blognya dah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Astro dan Ust Arifin Ilham at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: