Aset vs Liabilitas

Tuesday, April 3rd, 2007 § Leave a comment


CONDITION and PRE-CONDITION

carRute perjalanan pulang dan pergi antara dari rumah dan kantor memaksa saya untuk banyak memperhatikan lingkungan. Sering hati ini merasa heran, apabila di jalan sering menjumpai beberapa pengendara sepeda motor –tidak menggunakan helmet. Rasa miris itu lebih menjadi-jadi, apabila mereka membawa anak-anak tanpa pelindung yang memadai. Walaupun helmet untuk anak-anak belum terstandarisasi, tetapi menggunakannya sedikit banyak mengurangi faktor resiko. Demikian juga dengan jaket dan kaca mata. Bisa anda bayangkan, apabila pengendara membawa anak-anak tanpa pelindung memadai –masuk dalam kancah jalan raya. Sangat mengerikan.

Bagi mereka yang berkendara roda-empat, standar keamanan UNICEF menyebutkan bahwa anak usia balita harus didudukan di kursi bagian belakang, dalam keranjang khusus, plus dalam keadaan terikat sabuk pengamanan yang baik. Tetapi apa lacur… Anda bisa perhatikan, masih banyak pengendara yang mengijinkan anaknya duduk di belakang kemudi. Tanpa tali pengaman. Tanpa kursi yang nyaman dan aman. Bayangkan apabila terjadi tumbukan dari arah depan dan samping kanan. Wuahhh…

Sering saya secara sengaja berhenti dan mengajak berpikir (istilah lain dari kata menegur). Berhenti disamping pengendara untuk sedikit berbagi ilmu dan pengamanan, bahwa yang anda bawa (pengendara itu maksudnya) adalah ASET keluarga. ASET yang perlu dilindungi keberadaannya. ASET yang perlu dipersiapkan langkah ke depan. ASET yang perlu direncanakan sekian puluh tahun kedepan. ASET anda yang berharga. Dan BUKAN sebuah LIABILITAS yang perlu dianter, di-drop dan selesai.

Banyak momen saya perhatikan. Orang tua mengantar anaknya ke sekolah. Atau menggunakan carjasa antar jemput, baik dengan roda empat maupun roda dua. Mereka, anak-anak itu, ASET kita yang berharga itu, diperlakukan layaknya LIABILITAS yang hanya perlu dianter kemana tujuannya. Di-drop. Selesai. Tanpa perlindungan yang memadai.

Bayangkan apabila sesuatu terjadi. Untuk informasi anda, di jalan raya menganut azas dan berlaku hukum menabrak dan ditabrak. Apa yang akan terjadi, sekiranya ASET anda rusak atau bahkan hilang? Saya yakin… pasti anda dan keluarga pemilik ASET akan sangat susah.

THE EXPERT SAYS

karateGuru Goju-Ryu dari Chojun Miyagi Okinawa Japan, mengatakan bahwa anak-anak usia balita di Japan harus dimasukan dalam “pesantren” martial art. Utamanya untuk menjaga ASET sehat dan ASET kesempatan mereka di kemudian hari.

Hadits Rasul SAW, membunyikan bahwa zuhriyat (keturunan) bagaikan selembar kain putih, yang membuat coraknya adalah orangtuanya

Aa Gym memperoleh ide menjaga hati untuk memelihara ASET hati.

Romi Satria memperoleh ide membuat ilmukomputer.org (dulu ilmukomputer.com) untuk menjaga ASET knowledge.

Nah, tulisan ini sekedar renungan saja rekan-rekan.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aset vs Liabilitas at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: