Profesor Dangdut dari Pittsburgh University

Saturday, October 9th, 2010 § Leave a comment


Dangdut Stories Cover (Oxford Univ Press)

Rasanya tidak heran, kalau kesenian Indonesia manggung lagi di belantara musik internasional. Kali ini, Andrew N Weintraub, seorang Profesor dari Pittsburgh Univ memamerkannya.

Dalam acara Pas Mantab di TransTV malam ini (9/10), yang dipandu kocak oleh Andre, Sule dan Parto itu, Andrew memberikan buku buah risetnya tentang Dangdut. Buku berjudul Dangdut Stories: A Social and Musical History of Indonesia’s Most Popular Music, yang diterbitkan oleh Oxford University Press (2010) diberikan by hand kepada Haji Rhoma Irama, guru Andrew (katanya).

Takhayal, saya pun menjadi tertarik karenanya. Berbekal kemampuan logik Om-Google, saya pun bisa menghimpun informasi. Rasanya menarik juga untuk dinikmati bersama dengan teman-teman disini.

Pemilik nama lengkap Andrew Noah Weintraub ini, ternyata tertarik dengan kebudayaan Sunda sejak tahun 1982. Ketertarikannya itu berawal dari suatu siang, kenangnya. Tatkala sedang berjalan menuju ruang kelas di Kampus California Univ, Santa Cruz, ia mendengar suara gamelan. Suara lembut penuh warna itu dimainkan mantab oleh Undang Sumarna, seorang seniman Sunda yang bermukim di sana. Berawal dari pertemuan siang itulah, jalan hidup Andrew ditorehkan lain dari rencana awalnya. Jalan hidup gaya sunda, kenangnya.

Pertemuan dengan Pak Undang tersebut membelokkan rencana studinya. Awalnya Andrew akan menulis tentang musik klasik sebagai bahan skripsinya. Tapi manusia memang hanya mampu membuat rencana dan saat itu, campur tangan Tuhan Yang Esa yang menjadikannya berbeda, Gamelan sebagai tema barunya.

Setelah lulus 1985, dia pun kembali ke Bandung, dan proses belajar seni itu pun terus bergulir. Tidak berhenti di situ, Andrew kembali masuk kampus dan lulus dari Hawaii Univ (1990) dengan thesis bertema Pantun Sunda. Kemudian pendidikan Doktoralnya ditutup dengan disertasi bertema Wayang Golek dari UCLA Barkeley (1997).

Mungkin karena kiprah Andrew yang memfokuskan diri kepada kesenian Pasundan ini dirinya diundang sebagai Visiting Fellow di Institute for Ethnic Studies (KITA), Universiti Kebangsaan Malaysia (2009). Di UKM, Andrew berbagi informasi dan melakukan riset bersama mengenai Musik Melayu, yang kemudian diabadikan dalam jurnal “Music and Malayness: Orkes Melayu in Indonesia, 1950-1965.” Archipel (2010), dan “Islam and Popular Culture in Indonesia and Malaysia (Routledge, 2010)”.

Kembali ke acara Pas Mantab tadi. Andrew dalam speech terakhirnya berpesan kepada penggemar dangdut tanah air dan wabil khusus kepada Bang Haji Rhoma Irama, agar dangdut tetap hadir di tanah air, dengan muatan dan aliran-aliran baru yang lebih berkembang lagi.

Sebagai pencinta dangdut, saya menyatakan syukur Alhamdulillah, bahwa dangdut terus digali dan diriset sebagai produk kajian ilmiah. Mungkin Tuhan Yang Maha Kuasa ingin menyatakan tersurat kepada kita semua, bahwa Indonesia ini sangat kaya dengan beragam khasanah. Mari kita gali, kita jaga, dan kita berdayakan untuk kemaslahatan bersama.

Majulah musik dangdut Indonesia.

Update:
Tawaran beasiswa S2 dan S3 bidang Etnomusikologi di Universitas Pittsburgh Amerika.
Uni Admission | Facebook

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Profesor Dangdut dari Pittsburgh University at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: