Anak Cerdas: tentang Ajat Adriansyah

Tuesday, December 7th, 2010 § Leave a comment


Dr Charlie (wikipedia)

Sosok Ajat Adriansyah mengingatkan kepada tokoh muda cerdas Dr. Charles Edward Eppes, seorang Profesor bidang Applied Mathematics yang mondok di California Institute of Technology. Selain mengajar, beliau juga menjadi konsultan untuk FBI dan NSA. Seorang muda yang memandang sesuatu kejadian dan berupaya untuk mencari solusi dengan pendekatan matematis. Bukan bermaksud promosi, tetapi anda bisa menyaksikan aksinya pada serial TV “Numb3rs”.

Ketertarikan saya dengan sosok Ajat Adriansyah membuahkan beberapa catatan penting yang kayaknya sayang kalau tidak di-share dan dinikmati bersama rekan-rekan di sini. Harapan mulia saya doakan agar catatan sederhana ini menjadi gugahan tersendiri, setidaknya doa dari rekan-rekan sekalian tidak akan disia-siakan oleh Yang Maha Besar.

Ajat Adriansyah (facebook)

Ajat Adriansyah memang bukan Dr Charlie, walaupun jurnal terbarunya akan segera terbit di ACM tahun depan (2011). Proses pair review-nya cukup alot, maklum saja, Ajat menemukan sesuatu yang baru, maka tak pelak lagi dalam beberapa komunikasi emailnya –dia berulang kali dipanggil dengan sebutan Profesor oleh para reviewer kelas dunia. Bukan main.

Ajat yang kini menjadi Asisten Pengajar memang belum genap 4 tahun, namun dalam waktu yang sesingkat itu, dia sanggup memperoleh sederet prestasi. Sebut saja, Honorable mention at International Mathematics Competition (Bulgaria, 2008) dan Peringkat ketiga di Olimpiade Nasional Matematika (Jogjakarta, 2009). Kalau untuk ukuran Kampus UI, dia nggak tanggung-tanggung menduduki perinkat pertama Universitas Indonesia Mathematics Selection (2008).

Ajat Adriasyah adalah low profile person with high potential career -kalau boleh saya menyebutkannya demikian. Lihat saja, judul blognya yang diberi nama Oxolodon Space. Blog sederhana yang sarat muatan tentang Riemann Hypothesis sebagai andalannya. Sederhana but powerful katanya. Skripsi berjudul On the hardy-littlewood-polya majorization inequality, diselesaikannya dengan manis sekaligus menutup masa kuliahnya (2008).

Sosok Ajat bisa terlihat sebagai orang yang tidak basa-basi. Bagaimana tidak demikian, lah wong untuk membuka sesi dengan kami saja bicaranya agak gemetar dan beberapa kesalahan ucap kerap terdengar. Tetapi kemudian, sosok Ajat nampak super bak gator koco terbang tatkala harus melimitasi beberapa permasalahan dengan menggunakan teorema-teorema matematika yang sungguh njelimet, bahkan untuk orang matematika sekalipun. Pertemuan notasi integral dengan integral lainnya menjadi bahan diskusi harian kami dalam beberapa sesi itu.

Tidak banyak sosok muda brilian seperti Ajat ini hadir di muka bumi Indonesia. Kekuatiran saya dengan hal itu berdasarkan banyak pengalaman. Katakanlah beberapa pendahulu-pendahulu Ajat –yang juga meraih sederet prestasi, dan mendapat apresiasi tinggi dari banyak negara maju, justru mendapat layanan relatif agak buruk di kampungnya sendiri. Beasiwa untuk melanjutkan kuliah tidak kunjung tiba. Sarana penunjang riset sangat minimal. Tekanan-tekanan politis kerap dijumpai. Dan, kalau boleh bicara jujur, banyak diantara mereka –akhirnya secara malu-malu kucing mengakui realita ini. Jadi jangan salahkan mereka kalau ujung-ujungnya nanti, mereka kencan dengan negara lain. Sebut saja Singapura yang kerap menjemput impian mereka. Atau Australia dan Canada setelahnya. Malaysia juga nampaknya sudah mulai mengincar anak-anak muda berotak encer Indonesia ini.

rfirmans @ feui

Sejujurnya, setelah beberapa kali pertemuan dengan Ajat, dan menimba banyak sekali ilmu darinya, saya berusaha menyatakan pendapat tentang “migrasi orang-orang pintar” yang sudah terlanjur menjadi fenomenal. Sesungguhnya, negara ini masih sangat-sangat perlu. Kepolisian atau Lembaga Sandi Negara harus merekrut orang-orang seperti ini. Seperti halnya Cybercrime Mabes Polri merekrut para mantan “black hat hackers” Indonesia.

Harapan mulia saya doakan agar catatan sederhana ini menjadi gugahan tersendiri . Semoga pemerintah memberikan sedikit kepedulian dan harapan tentang masa depan Indonesia apabila anak-anak muda cerdas ini diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif memimpin negeri ini pada suatu waktu. Semoga.

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Anak Cerdas: tentang Ajat Adriansyah at the sky is not the limit.

meta

%d bloggers like this: