Alhamdulillah Sudah Submit Semua

Monday, March 8th, 2010 § Leave a comment

Hari Senin ini memang agak tegang. Kalo kebanyakan dari kita, membenci hari Senin karena males ke kantor, saya kali ini berbeda. Baru kali ini ya? hehehe. Ndak apa-apa lah. Sing penting tampil bedo.

Senin ini terasa sekali berbeda. Semangat saya masuk kantor itu berapi-api loh. Benar itu. Mungkin karena lelah, seharusnya hari Sabtu dan Ahad itu istirahat, saya malah dipokso ngumpul di kantor untuk urusan pembuatan TOR. Lahhh piye iki. Kasian anakku donk. Tapi karena status karyawan yang ku sandang, yahh monggo lanjut aja.

Dua hari libur terpakai sudah, tapi tetap tidak menyelesaikan masalah. Kan "lawan" kita sedang libur. Akhirnya terbukti pendapat saya, bahwa menyusun TOR itu harus dihari kerja. Agar lawan (baca: vendor) juga bisa update perkembangan. Tepat senin pagi menjelang siang, data yang diperlukan itupun tampil. Tinggal kerjakan langkah mudah berikutnya. Kompilasi dan kumpulkan. Selesai. Terima kasih rekan Dicky dan crew di Microsoft Indonesia atas bantuannya.

Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan. Welehhhh … Yang mau saya ceritakan adalah … kejar-kejaran dengan waktu untuk mengumpulkan Jurnal Ilmiah. Tengat waktu sudah di atas kepala. Cerita singkatnya, saya tutup telpon, plug-out internet line dan mulai bekerja. Ternyata kata "merapihkan" itu perlu waktu lebih dari 4 jam ya … hehehe merapihkan – print PDF dan submit via email

Cukup terengah-engah rasanya.

Malem Minggu Masih Di Kantor

Saturday, March 6th, 2010 § Leave a comment

Ini gara-gara siapa sih … kok pake ngajak-ngajak mampir kantor di hari Sabtu.Yang ngajakin udah balik sore tadi, ehhh kok gue nya malah bablas sampe jam 10 malem
Salah siapa yaaaa

September Ceria

Saturday, September 1st, 2007 § Leave a comment

Di ujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar kesejukan

Kasih,
Kau beri udara bagi nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku

Tatkala butiran hujan
Mengusik impian semu
Kau hadir disini
Dibatas kerinduanku

Kasih,
Kau singkap tirai kabut hatiku
Kau isi harapan baru
Untuk menyonsong
Masa depan bersama

September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama

Ketika rembulan
Tersenyum diantara mega biru
Kutangkap sebersit isyarat di mataku

Kasih,
Kau sibak sepi disanubariku
Kau bawa daku berlari didalam asmara
Yang mendamba dan bahagia

***

Note: Tiba-tiba saya berhenti membaca Google Story ketika mendengar suara Vina tempoe doeloe — September Ceria …

Aset vs Liabilitas

Wednesday, August 22nd, 2007 § Leave a comment

//File ini adalah posting lama yang baru saya temukan kembali.
//Terima kasih ScribeFire
//——————————————————————

Condition and Pre-Condition

Rute perjalanan pulang dan pergi antara dari rumah dan kantor memaksa saya untuk banyak memperhatikan lingkungan. Sering hati ini merasa heran, apabila di jalan sering menjumpai beberapa pengendara sepeda motor –tidak menggunakan helmet. Rasa miris itu lebih menjadi-jadi, apabila mereka membawa anak-anak tanpa pelindung yang memadai. Walaupun helmet untuk anak-anak belum terstandarisasi, tetapi menggunakannya sedikit banyak mengurangi faktor resiko. Demikian juga dengan jaket dan kaca mata. Bisa anda bayangkan, apabila pengendara membawa anak-anak tanpa pelindung memadai –masuk dalam kancah jalan raya. Sangat mengerikan.

Bagi mereka yang berkendara roda-empat, standar keamanan UNICEF menyebutkan bahwa anak usia balita harus didudukan di kursi bagian belakang, dalam keranjang khusus, plus dalam keadaan terikat sabuk pengamanan yang baik. Tetapi apa lacur… Anda bisa perhatikan, masih banyak pengendara yang mengijinkan anaknya duduk di belakang kemudi. Tanpa tali pengaman. Tanpa kursi yang nyaman dan aman. Bayangkan apabila terjadi tumbukan dari arah depan dan samping kanan. Wuahhh… « Read the rest of this entry »

MERDEKA Means Responsibilities

Thursday, August 16th, 2007 § 2 Comments

Happy MERDEKA !!! Pekik MERDEKA !!! MERDEKA !!!

I still did not understand, why some of Indonesian experties always say, “we have not MERDEKA yet”. Then “foreign economic policy still ON in our country” or “our education system still occupied by foreign education system” or “why the authority can make own businesses so smooth?”.

Actually (to me), what MERDEKA means to them was not clear. MERDEKA can mean different things to different people. And MERDEKA is an example of that.

To some people MERDEKA means no responsibility. To the authority, it means having power and ability to assume responsibility. Is it MERDEKA to be taken care of, or does MERDEKA mean to be able to take care of oneself? « Read the rest of this entry »

Matematika Allah Rp 1.500,- = Rp 600.000,-

Thursday, July 26th, 2007 § Leave a comment

Pagi ini seperti biasa saya cek mail inbox saya untuk melihat mail-mail terbaru. Mail dengan judul menarik dikirimkan rekan Agus Taufik (Bank Indonesia) memerintah tangan untuk langsung meng-klik-nya. Judulnya menarik, “Matematika Allah Rp 1.500,- = Rp 600.000,-

Saya kira, saya layak untuk mempublikasikannya agar menjadi hikmah untuk semua –semoga.

Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan? QS Ar Rahman

“Tidak ada satu maksud apa pun ketika menuliskan cerita ini, semoga Allah menjaga hati ini dari sifat riya meski sebiji zarah pun.” [ BayuGawtama]
____________________________

Jum’at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. “Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”.

Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah. Saya bertanya dalam hati, “makan apa keluarga saya siang nanti?” Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.
« Read the rest of this entry »

Aset vs Liabilitas

Tuesday, April 3rd, 2007 § Leave a comment

CONDITION and PRE-CONDITION

carRute perjalanan pulang dan pergi antara dari rumah dan kantor memaksa saya untuk banyak memperhatikan lingkungan. Sering hati ini merasa heran, apabila di jalan sering menjumpai beberapa pengendara sepeda motor –tidak menggunakan helmet. Rasa miris itu lebih menjadi-jadi, apabila mereka membawa anak-anak tanpa pelindung yang memadai. Walaupun helmet untuk anak-anak belum terstandarisasi, tetapi menggunakannya sedikit banyak mengurangi faktor resiko. Demikian juga dengan jaket dan kaca mata. Bisa anda bayangkan, apabila pengendara membawa anak-anak tanpa pelindung memadai –masuk dalam kancah jalan raya. Sangat mengerikan.

Bagi mereka yang berkendara roda-empat, standar keamanan UNICEF menyebutkan bahwa anak usia balita harus didudukan di kursi bagian belakang, dalam keranjang khusus, plus dalam keadaan terikat sabuk pengamanan yang baik. Tetapi apa lacur… Anda bisa perhatikan, masih banyak pengendara yang mengijinkan anaknya duduk di belakang kemudi. Tanpa tali pengaman. Tanpa kursi yang nyaman dan aman. Bayangkan apabila terjadi tumbukan dari arah depan dan samping kanan. Wuahhh…

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Curhat category at the sky is not the limit.